Hai! Ini catatan kecil dari aku yang lagi berpetualang mengenal kulit sendiri. Dulu sempat sok-sokan pakai serum yang lagi viral tanpa tahu kulitku tipe apa — hasilnya? Komedo drama dan kantong kremesan. Sekarang, setelah banyak trial-error (dan dompet menjerit), aku akhirnya punya rutinitas yang lebih rileks dan cocok. Yuk, aku ceritain jenis kulit, langkah skincare yang gampang diikuti, dan rekomendasi produk lokal yang ramah kantong dan hati.
Tipe kulit: siapa aku di dunia ini?
Kenali dulu nih, kulitmu masuk kategori apa. Ada lima tipe umum: normal, kering, berminyak, kombinasi, dan sensitif. Normal itu yang santai, jarang rewel. Kering biasanya terasa ketarik, sering ngelupas di area pipi. Berminyak kilap-lucu di zona T, gampang muncul jerawat. Kombinasi? Kayak nonton drama, pipi kering, hidung berminyak. Sensitif gampang merah setelah pakai produk baru atau kena sinar matahari. Cara paling gampang untuk tahu: perhatikan bagaimana kulit terasa beberapa jam setelah cuci muka, dan reaksi pada produk baru.
Rutinitas pagi: kopi, senyum, dan sunscreen
Pagi hari aku simpel: double cleanse cuma kalau pakai makeup, kalau nggak ya cuci muka biasa dengan gentle cleanser. Setelah itu toner (yang hydrating, bukan yang nyiksa), serum vitamin C kalau mau mencerahkan dan boost antioksidan, lalu pelembap. Terakhir yang nggak boleh lupa: sunscreen. Ini penting banget, serius deh—sunscreen itu kayak payung buat kulitmu. Kalau masih bingung cari referensi bahan aktif, aku sering baca referensi dan review di blog dan komunitas seperti theskinguruph untuk nambah pengetahuan.
Rutinitas malam: bersihin dosa hari ini
Malam itu waktunya reparasi. Mulai dengan oil cleanser kalau pakai makeup atau sunscreen tebal, lanjut ke foam cleanser. Setelah itu pakai toner/essence untuk reset pH, kemudian serum sesuai kebutuhan: retinol buat anti-penuaan (jika kulitmu kebal dan nggak sensitif), niacinamide buat mengontrol minyak dan mengecilkan pori, atau hyaluronic acid buat yang kering. Pelembap yang lebih rich di malam hari dan jangan lupa eye cream kalau kamu ngerasa kantong mata mulai baper. Exfoliasi 1-2 kali seminggu dengan chemical exfoliant (AHA/BHA) buat mengangkat sel kulit mati, jangan pakai skrub kasar yang bikin kulit marah.
Produk lokal yang aku suka (dan patut dicoba)
Aku bangga banget sekarang banyak brand lokal yang kualitasnya oke. Beberapa yang masuk list langgananku: Avoskin untuk serum (dulu viral karena fokus bahan aktif dan price point oke), Somethinc yang fun dan ingredients-savvy, ElshéSkin yang nyaman di kulit sensitif, Azarine untuk opsi sunscreen yang enak dipakai, dan Emina buat yang masih muda atau pengen skincare ringan. Ada juga Wardah yang reliable untuk produk halal dan mudah ditemui di drugstore. Untuk cleanser, coba yang gentle dari Sensatia Botanicals atau Mineral Botanica. Kalau mau coba exfoliant lokal, banyak merk indie yang keluarkan AHA/BHA dengan konsentrasi ramah pemula.
Tips ala aku: jangan overdo it, sabar itu kunci
Nah, ini pelajaran penting dari pengalamanku: seringkali kita pengen cepat terlihat mulus, akhirnya nemplok produk padu-padan. Padahal kulit butuh adaptasi. Kenali satu produk dulu, kasih waktu 2-4 minggu baru evaluasi. Jangan mix terlalu banyak bahan aktif di awal (misal retinol + AHA + BHA sekaligus) kecuali kamu memang sudah paham iritasi. Catet juga reaksi kulitmu—kadang apa yang teman bilang holy grail belum tentu cocok buat kamu.
Akhir kata, merawat kulit itu perjalanan, bukan lomba. Ada hari kulitmu bersinar, ada hari mukamu cuma mau diem dan nggak ribet. Yang penting konsisten, jaga hidrasi, makan cukup, dan tidur yang layak. Kalau lagi bad day, sheet mask dan nonton drama favorit bisa jadi solusi instan (dan murah senang). Semoga cerita kulitku ini membantu kamu mencarikan ritme sendiri. Cheers buat kulit yang lebih bahagia!